Kamis, 30 Juli 2015

kuliah online wisata hati

Takwa dan Interaksi Dengan al Qur'an

Perjalanan hidup ini sepenuhnya rahasia Allah. Kita hanya perlu tahu bahwa Allah akan mengatur yang terbaik, sudah mengatur yang terbaik, dan memberikan hanya yang terbaik. Jalani hidup dengan percaya kepada Allah, ibadah sepenuh hati, dan pasrah akan KehendakNya. Sekuat mungkin lakukan apa yang diperintah, baik wajib maupun apa-apa yang menjadi sunnat, dan tinggalkan kemaksiatan dan dosa. Barangkali inilah dari sekian rahasia supaya hidup mengalir tenang, aman, dan banyak kemudahan.
Dan dalam hidup ini, ada saja kemudian peristiwa yang kurang mengenakkan terjadi di dalam hidup kita. Sehingga kemudian jadilah kita bahagian orang yang malah tambah dekat dengan Allah, atau sebaliknya, malah meratapi dan menyumpahi hidup ini. Ada orang-orang yang Allah bukakan jalan kedekatan dengan-Nya, justru karena beban hidup yang bukan kepalang berat dan besarnya. Tapi ada yang bertambah jauh dengan Allah sebab kesulitan hidupnya. Begitulah. Hidup ini isinya barangkali hanya ada dua pilihan; jalan lurus dan jalan sesat; jalan syukur atau jalan kufur; jalan ibadah atau jalan maksiat.
Ada seorang yang merasa ga bisa memberi apa-apa buat orang tuanya, lalu bergaul dengan para hedonis dan mengambil "manfaat semu" dari sana. Ia berikan orang tuanya dunia. Tapi ia korbankan kehormatan dengan menjadi pelacur misalnya; baik pelacur bener maupun yang samar. Namun ada juga mereka-mereka yang ketika tidak bisa memberikan apa-apa ke orang tuanya lalu ia tempuh jalan anak-anak saleh untuk orang tuanya. Tidak ada dunia yang dibawa ke orang tuanya, tapi kebaikan demi kebaikan mengalir untuknya. Dan ini juga kelak akan menghasilkan cahaya dunia untuk dia dan orang tuanya.
Ada keluarga dan anak istri yang disuapi dari harta haram. Bahagia hidup bergelimang dunia tanpa keluarga dan anak istrinya sadar disuapi dari rizki haram. Kelak, banyak sekali masalah di keluarga ini. Salah satunya bisa saja justru keluarga ini bisa kehilangan sang suami. Atau suami yang kehilangan anak istri, sebab satu dua kejadian.
Ada orang miskin yang mengambil hak-hak orang dan menempuh jalan judi sebagai jalan yang bisa mengubah kemiskinannya. Banyak orang miskin yang kemudian menjadikan tangannya sebagai wasilah meminta-minta. Tidak sedikit orang miskin yang menjadi mitra tangan-tangan kotor lalu menyambung hidupnya dengan rizki kotor. Sebab itulah hidup mereka ini tetap miskin dan bertambah miskin. Kalaupun kemudian mereka-mereka ini kaya, mereka akan tetap miskin. Allah akan buat hidupnya selalu kurang dan tak terpuaskan. Bahkan tidak sedikit mereka yang jadi miskin lagi setelah
Sementara itu, kita menemukan banyak juga orang miskin yang bertahan menjaga perutnya dari barang-barang yang haram. Ia kejar kemiskinannya itu dengan mempergiat bangun malam dan shalat dhuha. Ia prihatinkan diri dengan berpuasa sunnah. Dan ia jalankan hidup ini dengan ridha dan ikhlas. Bisa jadi hidupnya tetap miskin. Tapi Allah hadirkan ketenangan dalam hidupnya, rumah tangganya langgeng, rizkinya sedikit tapi jadi daging dan enak dimakan. Tidak berubah jadi penyakit. Petaka jarang sekali hadir di kehidupannya. Dan banyak kemudahan di tengah-tengah kekurangan; anak sakit, dikasih cepat sehat. Tanpa berobat. Anak kurang biaya, tapi Allah kirimkan beasiswa dari tangan orang lain. Tak punya kendaraan, tapi Allah hilangkan keperluan berkendaraan; bersaudara dekat-dekat, berkantor tinggal jalan kaki, dan lain-lain. Beda dengan sebagian dari kita, yang punya kendaraan, tapi Allah terbangkan ke sana kemari dengan kendaraannya itu, yang akhirnya malah bertambah-tambah jauh dari keluarga dan Allah. Bahkan Allah tambahkan kendaraan dengan kendaraan yang lebih hebat dan lebih mahal, yang malah menambah jauh dirinya dengan keluarga dan Allah.
Ada yang kepengen punya usaha, lalu mencari modal dari selain Allah. Sementara ada yang menggiatkan bangun malam dan dhuha, serta bersedekah. Ya, saya tidak sedikit menerima konselingan gagal bayar kredit. Usahanya halal, cara-cara usahanya benar. Ternyata sayang, di proses kreditnya, ada kebohongan dan suap. Banyak data dimanipulasi supaya kredit bisa cair, dan tidak jarang melakukan praktik suap walo sekedar dengan menjanjikan sesuatu bagi officernya. Atau ada yang prosesnya benar, ikhtiarnya benar, usahanya halal, tapi tetap bangkrut juga. Selidik punya selidik, shalat wajibnya jadi keteteran, shalat-shalat sunnahnya malahan jadi hilang. Hubungan dengan orang tua jadi jauh, dengan adik-adik malah tak ada silaturahim, dengan tetangga menjadi tak lagi dekat. Jika demikian, maka dicabut usahanya oleh Allah adalah jauh lebih baik. Sadari lagi saja, minta ampun sama Allah, dan ikhtiar lagi yang benar. Insya Allah, Allah akan berkenan memberi lagi apa yang dicabut-Nya. Ada di antara mereka yang bertahan tidak mengapa tidak diberi modal lagi untuk pengembangan usaha. Mereka merasa cukup. Sehingga tidak perlu mereka ini merekayasa laporan keuangan dan aset. Ternyata kemudian Allah berikan keselamatan buat mereka dan usahanya berkembang juga dengan izin dan takdir-Nya.
Ada orang yang kepengen kerja. Ia tempuh jalan-jalan kotor. Ia siapkan jalan pelicin. Dan tidak jarang perbuatannya itu yang melahirkan orang-orang kotor yang tadinya bersih. Pekerjaan ia dapatkan, namun keberkahan Allah hilangkan. Punya duit lebih dari tabungan setiap kali kerja, lalu Allah giring dia untuk membeli kendaraan. Baru sebulan dipake itu kendaraan, sudah mengantarkan maut untuk keluarganya. Mobil ringsek, keluarga celaka, uang terbuang sia-sia. Sementara ada yang meminta kepada Allah pekerjaan. Ia bertahan untuk tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang membuat Allah murka. Ia minta sama Allah lewat jalan ibadah. Ada yang belum Allah berikan pekerjaan, namun Allah tetap tanggung rizkinya dan hidupnya tetap mulia. Ga jadi hina sebab tak ada pekerjaan. Saya pun tidak sedikit menemukan yang begini ini. Tidak kerja, namun Allah menyediakan keperluan hidup baginya. Ia tidak menjadi beban buat orang lain, sebab ia tidak meminta. Banyaklah keanehan dari matematika dan mekanisme hidup ini.

Dan ada sebagian kawan yang bertanya, apakah selalu begitu ya? Bahwa yang berbuat baik mesti berkehidupan baik dan yang jahat akan berkehidupan buruk? Bisa ya bisa engga. Pertama, silahkan kembali ke pembahasan materi tentang ukuran anugerah dan masalah. Apakah betul rentetan masalah bener-bener disebut masalah? Bukan anugerah? Dan apakah benar rentetan keberuntungan disebut anugerah? Bukan justru masalah? Kacatama dan ukurannya pakai kacamata dan ukuran yang benar. Sekedar menyegarkan ingatan, anugerah itu adalah jika kita bisa dekat dan ingat sama Allah. Sungguhpun kita berada di situasi-situasi yang menurut orang, berkehidupan buruk. Orang mukmin akan menimati sekali kedekatan dengan Allah, meskipun dia ini cacat, miskin, hina dina dalam pandangan orang, dan serba kekurangan. Orang mukmin tidak akan bahagia bila dia dipandang bagus, mulia, terpandang, kaya, berkecukupan, namun Allah jauh darinya. Dan kemudian sebaliknya, disebut masalah itu adalah jika kita hidup jauh dari Allah dan lupa sama Allah. Ini justru masalah. Maka jika kemudian kita-kita ini hidup banyak uang, karir pekerjaan dan usaha juga sedang bagus-bagusnya,
Kedua, bukan karena amal kita, lalu ditentukanlah hidup enak atau tidak enak. Bukan. Semata karena Kehendak Allah. Tapi orang mukmin akan senantiasa berhusnudzdzan, bahwa apapun yang ditetapkan Allah, ia akan ridha, ikhlas, sabar, syukur. Termasuk mereka-mereka yang bertaubat. Dia akan menerima segala kesusahan, dengan pengalihan kepada ampunan dan kasih sayangnya Allah (lihat-lihat pembahasan sebelumnya yang berkaitan dengan ini ya).
Kita tidak sendirian. Hidup ini ada yang punya. Bahkan kalau Yang Punya Hidup ini menginginkan kita menjadi sulit, ya tidak mengapa juga. Dengan keyakinan bahwa DIA Maha Mengatur dan Berkehendak, insya Allah kesulitan yang DIA beri, akan Allah ubah sendiri menjadi kemudahan.
Ya. Di dalam ilmu tauhid, mengenal Allah sebagai pusat segala kendali, memegang peranan penting untuk membangun ketenangan dan kebahagiaan. Mereka yang mengenal Allah, akan bersedia diatur, terserah kehendak-Nya. Dan tidak ada yang mengucapkan "ia bersedia diatur", kecuali yang benarbenar ikut dan tunduk akan seruan-Nya. Sebab ga bisa seseorang mengatakan, "Saya mah insya Allah pasrah Mas". Tapi kemudian ia tidak bergegas memenuhi panggilan Allah. Tidak pula ia bisa mengatakan, "Saya mengikuti seruan Allah", bila kemudian hidupnya tiada ada ibadah yang serius.
Maka tanda-tanda seseorang itu bertuhan Allah adalah manakala ia bertakwa; Sekuat mungkin menjalankan perintah-Nya, dan sekuat mungkin meninggalkan apa yang dilarang-Nya.
Sering saya katakan dalam banyak forum. Keberhasilan seseorang menuju hidup enak, berhasil menggenggam dunia, dan hidup tanpa masalah, adalah dengan hanya meniti jalan takwa ini. Dan keberhasilan seseorang keluar dari kesulitannya, sungguh, apabila ia mampu meniti jalan ini. Barangkali jalan ini sempat ia tinggalkan, tapi kemudian ia balik lagi. Maka orang-orang seperti ini yang Allah akan anugerahkan jalan keluar.
"Wa may yattaqillaaha yaj'allahuu makhrajaa. Wayarzuqhuu min haitsu laa yahtasib. Wa may yatawakkal `alallaahi fahuwa hasbuhuu. Innallaah baalighu amrihii. Qad ja'alallaahu likulli syai-in qadraa. Sesiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan jadikan jalanjalan keluar dari setiap kesulitannya dan menghadiahkannya dengan rizki yang tiada ia sangka-sangka. Dan barangsiapa yang memasrahkan dirinya maka Allah akan mencukupkannya. Allah meliputi semua urusan. Sungguh Allah telah jadikan segala sesuatu itu ada ukurannya." (Qs. ath Thalaaq: 2-3)
***
Sungguh saya menganjurkan seseorang "mengarantina" dirinya, dan menempuh jalan takwa ini dengan menyegerakan memperbaiki ibadah dan kesalahan-kesalahannya. Ga usah mikirin solusi. Benahi aja semua-muanya. Jalan-jalan keluar, niscaya menjadi urusan Allah. Coba para peserta membaca buku Mencari Tuhan Yang Hilang. Bagaimana saya katakan kepada mereka yang bermasalah, atau yang menginginkan kualitas hidup yang bagus. Jagain aja hidup dengan ngebagusin ibadah. Insya Allah hidup akan bagus dengan sendirinya. Dan sungguhan, banyak orang yang akal pikirannya menolak. Bagaimana mungkin dengan saya sekedar shalat malam, lalu akan ada jalan keluar, atau terangkat hidup? Bagaimana mungkin dengan saya bertaubat akan ada jalan keluar? Bagaimana mungkin kalau saya bergegas shalat akan hidup enak? Di luar sana banyak yang tidak shalat hidupnya enak, dan sebaliknya yang shalat, pada hutangnya banyak, jadi pegawai rendahan, susah, miskin, ngerepotin, jadi beban, dan lain sebagainya. Sama juga dengan protes orang kepada saya, bagaimana dengan sedekah koq masalah "tiba-tiba" bisa selesai? Ajaib amat? Ga mungkin lah. Ya sudah, kalo ga mungkin, ya udah. Manusia ini koq heran. Manusia yang bikin masalah, lalu Allah datang menawarkan bantuan-Nya. Sini, Aku yang akan urus. Kira-kira begitulah Allah menyeru, eh kita ga percaya. Kan enak tuh seharusnya. Kita-kita yang bikin masalahnya, Allah yang selesaikan. Baik benar Tuhan kita ini. Dan memang DIA ini teramat baik. "Teramat baik" itu masih belum cukup untuk menggambarkan betapa baiknya Allah.
Coba peserta semua buka Qs. 66: 8, untuk melengkapi pengetahuan, bahwa bagi Allah, jangankan menempuh jalan-jalan shalat; shalat wajib dan shalat sunnah, sekedar taubat saja, sudah akan terbuka semua jalan. Buka ya surah itu, kemudian resapi baik-baik. Terima kasih, semoga Allah membukakan segala hidayah-Nya, dan memberikan kita taufiq untuk mendorong kita semakin ingin segera menuju kepada Allah.
Sampai sini, jangan nerusin dulu. Tahan. Buka dulu Qur'annya ya. Surah ke-66, ayat 8.
***
Udah bukanya? Gimana? Ada di antara peserta pasti ada yang ga sabar dan ga nurut ya? Pengennya tuh mata langsung melihat terusan kalimat di atas.
Ya udah, beneran ya. Buka dulu itu ayat ke-8 surah ke-66, surah at Tahriem. Kemudian tuliskan melalui imelnya web admin, apa yang saudara bisa pahami dari ayat itu. Jangan bertanya ya. Justru saya meminta pemahaman saudara terhadap ayat itu. Yang memang udah paham, udah ngerti, berbackground pesantren atau malah udah jadi ustadz yang melebihi kepahaman saya, mudahmudahan mau berbagi tulisan dan pengajaran tentang ayat ini dan menuliskannya untuk KuliahOnline.
Habis ini, paragraf berikut adalah untuk kajian hari esok. Tapi saya ngitungnya, tetap satu mata modul dalam satu kesatuan modul ini. Hanya saya meminta saudara-saudara semua untuk kemudian mempelajari ayat-ayat yang saya sertakan, secara harian. Satu hari satu hari. Jangan dihabiskan. Silahkan diprint, atau sekedar disalin ayat-ayatnya, untuk kemudian dipelajari sesuai instruksi.
***
# Surah Yuunus: ayat 1 sampe 14. Baca pelan-pelan ya. Ambil al Qur'an terjemahan. Kalo perlu bacanya sambil diniatin ngaji. Bareng anak istri. Atau bareng dengan kawan-kawan dah. Sekantor. Yang bisa diajak duduk sebentar ba'da zuhur membaca dan mengkaji ayat-ayat ini.
Baca betul-betul, dan baca pelan-pelan. Sampe meresap. Saya sengaja loh, ga naro di sini ayatayatnya dan terjemahannya, supaya semua peserta benar-benar mau membuka al Qur'an.
"Maka Maha Tinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya padamu, dan katakanlah, ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (Qs. Thaaha: 114)
Saya minta maaf ya. Tapi siapa tahu di antara saudara ada yang perlu berinteraksi dengan al Qur'an. Insya Allah jadi rahmat.
Kalo sudah, besoknya lagi, buka ayat berikut ini. Besoknya ya. Jangan hari ini. Berikut ini ayatayatnya:
# Surah Huud ayat 6 sampe 11.
Berturut-turut hingga besok dan lusanya, sesuai tanda "#" saya urutkan ayat-ayat untuk dikaji. Setiap ayat di tanda "#", dibacanya di hari yang berbeda saja. Kalau semua ayat-ayat, sesuai dengan tanda "#" nya, saudara baca, maka saudara akan "tertahan" sampe 41 hari ke depan, sebelum sampe menghabiskan pelajaran tauhid esai ke-41. Lama ya? Tidak juga. Namanya juga belajar. Dan saya sudah mengingatkan akan hal ini jauh-jauh hari. Mohon dimaklumi cara saya mengajar dan mohon dibukakan pintu maaf. Akan tambah cakep, kalo saudara-saudara semua, dalam membaca dan mengkaji ayat demi ayat al Qur'an ini, berbarengan dengan memperbaiki kualitas shalat wajib dan shalat sunnahnya. Insya Allah tambah terang dah. Saya kasih tahu ya. Sesiapa yang mengikuti ini dengan baik, maka ini semacam karantina taqwa juga. Sibukkan diri dengan ibadah dan baca al Qur'an. Insya Allah, Allah akan berikan cahaya kehidupan baginya. Tentu saja, sambil jalani kesibukan dunia sebagaimana biasa. Hanya memberi sedikti perhatian terhadap ibadah-ibadah saja, termasuk ibadah membaca dan mengkaji al Qur'an.
Kita lihat siapa yang bersabar dan melapangkan diri menerima pengajaran al Qur'an ya. Saya doakan semuanya bisa bersabar. Insya Allah saya tidak akan membiarkan saudara-saudara membuka ayat demi ayat sendirian. Insya Allah saya temani. Dengan cara apa saya menemani, insya Allah salah satu dan yang paling utama adalah dengan doa. Saya iringi saudara semua dengan doa.
Sebagai pengiring atau peneman yang lain, saya sertakan file audio "Manfaatkan Usia Untuk al Qur'an". File audio ini adalah isi dari CD tausiyah pengantar Program Tahfidz 1 Hari 1 Ayat.
Jalan ketakwaan insya Allah bisa dicapai dengan kiat mendekatkan diri kita dengan al Qur'an dan as Sunnah.
Saya ulangi ya. Pelajari ayat-ayat berikut ini, satu satu. Hari demi hari hanya rangkaian ayat yang ada di tanda "#" saja. Disiplinin ya. Buka al Qur'an terjemah, dan baca. Insya Allah sampe dah pada pemahaman bila Allah bukakan pemahaman dari-Nya. Saya dulu begini belajarnya. Buka al Qur'an. Hingga jadi haus, dan buka pesantren al Qur'an. Subhaanallaah, maasya Allah. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Alhamdulillah.
Ok, ini daftar ayat-ayatnya:
# an Naml ayat 89 sampe 93
# al Israa ayat 7 sampe 16.
# al Israa ayat 67 sampe 72.
# al Israa ayat 78 sampe 83.
# az Zumar ayat 49 & 50.
# Fushshilaat ayat 50 & 51.
# asy Syuuraa ayat 47 & 48.
# al Ma'aarij ayat 19 sampe 35.
# Faathir ayat 2 & 3
# Aali `Imraan: 26 & 27
# 3 ayat terakhir surah al Baqarah.
# Fushshilaat ayat 30 sampe 40.
# al Baqarah ayat 45 & 153.
# al A'raaf ayat 128.
# al Jumu'ah ayat 8
# al Jumu'ah ayat 9 sampe 11.
# al Munaafiquun ayat 9 sampe 11
# an Nisaa ayat 78.
# al Baqarah ayat 103
# al Baqarah 177,
# al Baqarah 197
# al Baqarah ayat 204 sampe 210,
# al Baqarah 212.
# Aali `Imraan ayat 14 sampe 19.
# Aali `Imraan ayat 102-112.
# Aali `Imraan ayat 120 sampe 129.
# Aali `Imraan ayat 130 sampe 132.
# Aali `Imraan ayat 133 sampe 139.
# Aali `Imraan185 & 186.
# al Baqarah ayat 1 sampe 5
# al Maa-idah ayat 35 sampe 37.
# al A'raaf ayat 96 sampe 102.
# al Furqaan ayat 70 & 71.
# az Zumar ayat 53 sampe 63.
# an Naml ayat 59 sampe 65.
# az Zumar ayat 62 & 63.
# az Zumar ayat 70 sampe 75.
# Fushshilaat ayat 19 sampe 23.
# al Kahfi ayat 45 sampe 49.

wanita itu kuat dan mandiri

Ladies, agar Anda bisa tetap bahagia dan tak mudah putus asa apalagi menyerah, Anda perlu menjadi seorang wanita tegar. Setiap wanita punya kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi yang bisa diandalkan dan dibanggakan. Berikut ini 17 ciri wanita tegar versi Vemale, sudahkah Anda memilikinya?

1. Tak mudah panik saat dapat masalah.
2. Selalu punya cara mengatasi tantangan hidup.
3. Saat berbuat kesalahan, berani untuk memperbaikinya.
4. Tak mudah lari dari tanggung jawab.
5. Tak selalu mengandalkan orang lain.
6. Di situasi buruk, tetap bisa berpikir jernih.
7. Menangis cukup sesekali, setelah itu berjuang lagi.
8. Saat sedih, selalu berusaha cari cara untuk kembali bahagia.
9. Memberi pengaruh positif pada lingkungan sekitar.
10. Setiap kata yang diucapkan bernada positif.
11. Tak ambil pusing dengan para haters.
12. Melakukan sesuatu karena memang hal itu sudah seharusnya dilakukan.
13. Tetap tampil percaya diri meski suasana hati sedang buruk.
14. Tahu cara membuat prioritas hidup.
15. Tak mudah tersinggung saat diberi saran, masukan, atau kritik.
16. Tujuan hidup dibuat serealistis mungkin.
17. Selalu menjadi orang yang bisa membahagiakan orang terdekat.

resource vemale.com

Hujan sore ini

hujan membumi, bikin menghijau berkilau.. hujan berkah berlimpah

Sore yang indah ini berselimutkan hujan
tak hitam awan namun hujan menetes teduh
Terdengar irama menari di atas loteng
sendu merdu syahdu
Gertakan impian membuatku takut
namun hatiku teduh mendamaikan dengan janji dan kasih sayang Nya
Merdeka tanpa syarat
maka jangan pernah diperbudak kemiskinan dan kegagalan
Irama loteng dengan jemari hujan seakan berlarian
kau tetap untukku, impian

Rabu, 29 Juli 2015

Selamat Pagi

Pagi ini aku terbangun. Mendongak ke atas keluar jendela, eh ada nampak langit di atas sana. Agak mendung.
Sesuatu yang kita kerjakan tentu memiliki resiko. Semakin besar proyek tersebut maka tentu resiko semakin besar. Apapun itu. Kalo mau jadi orang besar maka siap-siap lah menghadapi hal besar.
Hal yang mengejutkan dan semakin membuatku heran adalah apa yang menjadi perbincangan semalam di rumah saudaraku ini. Perbincangan yang cukup alot dengan beberapa rekan seperjuangan. Namun, hanya sebait doa semoga Allah membuka pintu-pintu selanjutnya. Seperti kata bapak Dahlan Iskan Menteri BUMN yang berkisah tentang pengalamannya menjadi pengusaha, dari kecil menjadi besar. Pengalaman hidup beliau sangat memotivasi apa yang kami lakukan saat ini.
Tak ada perjuangan yang sia-sia, yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda. Semoga semua teman yang sedang berjuang dimudahkan, berjuang selagi muda, berjuang selagi single, kata bapak Dahlan Iskan.

Penyesalan tak jadi racun

Aku padamu menghentak hentak
Amarah memuncak Kecewa berdarah
Keputusan terpahit ujungnya yang pernah aku ambil
Tak kudengar hadangan ayah
Tak kudengar ocehan mama
Pikiran gila itu baru tersadar sekarang
Pasrahkan pada Allah
Allah dulu, Allah lagi, Allah selalu

i'm with you

“Saat kau terpuruk dan terjatuh, pakai pundakku, dan kita lawan terpuruk itu. Karena Tuhan Tahu kita mampu. Saat beban penuhi pundakmu, genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu. Karena Tuhan Tahu kita mampu.”
Intro lagu The Jenggot ft. Ali Sastra yang berjudul “Karena Tuhan Tahun Kita Mampu” ini benar-benar lagu yang bermutu. Recommended.

Selasa, 28 Juli 2015

Gedor Impian

Bangunkan kembali impian yang terkubur waktu sekolah atau kuliah. Gedor pintu impian yang sudah lama tertutup rapat. Meski penilaian orang sudah terlambat untuk memulai, itu salah. Yang benar adalah sudah saatnya impian itu diwujudkan. Impian liar itu menari-nari di pelupuk mata.

Elang Wanita

Kamu itu elang. Hanya saja salah pos yang kamu tuju. Kamu itu elang. Hanya saja salah kamu memilih komandan yang mengarahkan kamu. Kamu itu elang. Awalnya belum bisa membedakan hingga akhirnya matamu semakin tajam terasah. Kalau kamu terlambat belajar terbang, maka kesempatan kamu mengetahui dunia juga akan terlambat. Jangan salahkan ayah bunda yang dulunya belum mengizinkan kamu berkarya dan terbang mengukir pengalaman. Tapi, inilah awal dari Allah swt hendak menjadikan kamu pribadi unggul di masa depan. 2 tahun lagi atau lebih cepat dari itu. Meski kamu elang wanita. Percayalah. Kamu punya kemampuan, kamu bisa.

Tabarruj

Bagi seorang muslimah yang hatinya sudah dekat dengan Allah, ketika dia ber-tabarruj maka saat itu dia sedang melawan Allah. Bertabarruj adalah berhias berlebihan bahkan melanggar aturan syar'i. Apapun alasan, ikut trend atau tuntutan kantor, semua itu akan berdampak pada munculnya noktah hitam di hati sang wanita. Noktah hitam akibat dosa yang dikerjakan, berdasarkan hadits. Selain itu, tabarruj memang dilarang dalam ajaran Islam.

Lingkunganku, Masa depanku

Kesalahan dalam memilih lingkungan berakibat fatal bagi masa depan. Sekali salah memilih maka tidak akan bisa mengulangi kembali dari awal. Waktu terus berjalan, umur terus lewat, namun apa yang sudah kita hasilkan. Petunjuk untuk memilih lingkungan menjadi komunitas anda seumur hidup, baik itu lingkungan kerja maupun lingkungan di luar kerja, adalah anda periksa diri anda apakah setelah bersama-sama komunitas tersebut iman (SQ) anda bertambah taat kpd Allah dan ortu atau maksiat dan durhaka, moral (EQ) anda menjadi santun dan bermoral baik atau malah kasar dan bermoral buruk, ilmu dan wawasan (IQ) anda bertambah cerdas dan bijak atau menjadi seperti keledai.
Semua waktu yang berlalu akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi yang mau memetik hikmah. Berkaca pada masa lalu ust. Yusuf Mansur dan bagaimana beliau bangkit, maka patutlah saya juga mengakui salah dan dosa. Pasrah pada Allah. Tauhid. Ahad. Ahad. Ahad.

Doa ikhlas ridho

Salah satu yg mnghambat anda sukses adlh SMS susah melihat org senang, senang melihat org susah.
Ridho dg pencapaian org lain dan saling mndoakan dlm kebaikan.
Doa ini diajarkan oleh motivator Ippho Santosa "Saudaraku, demi Allah. Aku ridho dan turut mendoakan agar hidup engkau berkah, berlimpah, rumahtangga yang sakinah, anak anak yang sholeh dan sholehah. Karena aku tahu, engkau juga ridho kepadaku, mendoakan aku agar hidupku berkah dan berlimpah. Saudaraku, insha Allah kita bisa, karena engkau mendukungku, akupun mendukungmu."

Prinsip terbaik diterpa cobaan

Prinsip menjaga jarak dengan lawan jenis, diluar urusan kantor sangat saya jaga. Hingga suatu hari hampir jebol prinsip itu. Namun saya masih bersyukur karena Allah memelihara saya agar tidak terlampau jauh. Memang bujukan maut laki-laki itu luarbiasa. Sungguh beruntung wanita yang mendapatkan suami atau calon suami yang soleh.
Pelajaran yang saya petik adalah semakin anda belum pernah pacaran atau semakin anda kuat menjaga prinsip wanita sholehah maka semakin kuat pula syaitan berjenis laki-laki bukan kategori sholeh itu menggoda dan meruntuhkan iman anda. Sewajarnya, seorang wanita jangan bersendirian namun sering-seringlah berkumpul bersama saudara seiman agar ada yang mengingatkan, ada yang menegur saat kita melangkah silap. InshaAllaah, wanita tangguh semakin bertebaran dan semakin sholihah.

Ditipu

Ditipu dalam bisnis itu pengalaman pahit. Apalagi itu terjadi setelah terbina hubungan hampir dua tahun. Sebenarnya tahun pertama sudah kelihatan. Hanya saja saya mencoba mempertahankan ego. Dan sekarang, semuanya ambruk, mulai kembali dari nol. Belajar dari kesalahan memang menyakitkan. Apalagi setelah kejadian itu, keluarga menjauh malah mengejek dan menghina. Orang-orang kepercayaan menghilang semua. Ekonomi nol. Ilmu pengetahuan nol. Malah, akhlak dan amal pun menjadi nol. Ditipu itu pembelajaran yang sangat berharga.

Hidup kita

Hidup kita bukanlah yang dikatakan orang. Meski memang, sikon yang sedang kita jalani tak luput dari sensor penglihatan orang-orang sekitar. Namun, bukan mereka yang mengendalikan jalan dan arah hidup kita. Terserah mereka mau berkomentar miring asal otak kita jangan ikut-ikut miring. Terserah mereka mau menyimpulkan negatif asal hidup kita tetap positif. Terserah juga bila mereka tak ridho dengan langkah hidup kita asal ridhonya Allah sentiasa bersama kita. Guru-guru selalu mengajarkan : Allah dulu, Allah lagi, Allah selalu. Setiap mau kerjakan apapun, lapor Allah. Dia lah yang Memberi petunjuk dan Dia pula yang Mengambil kembali petunjuk itu.

Senin, 27 Juli 2015

just for me, wana

"Anda 10 tahun lagi adalah Anda yang sama, kecuali buku yang Anda baca dan orang yang Anda jumpa."

Dulu apa impian wana di usia 16. Kenapa wana melenceng dr impian wana. Tergiur dg iming-iming dn lupa dg tujuan wana.

Kini utk usia 36 akankah wana mengulang kebodohan yg sama atau istiqomah dn tetap istiqomah.

Renungkanlah, my self. You have the power. Kamu bukan kacung. Bukan..